Berawal dari “apa itu fisioterapi?” menjadi “oh gini perjuangannya menjadi calon fisioterapis” dan “calon fisioterapis juga harus mempelajari terapi latihan”
Oleh: Aisyah Bhartari
Sapa saya dari mahasiswi semester 3, jalan ke 4.
Di titik ini tak terasa juga sudah agak panjang menjalani semester kemarin, dan Syukur saya bisa bertahan, kuat, semangat, walaupun terkadang merasa sangat down dan kehilangan motivasi. Dan tentunya saya tidak akan bisa menjalaninya sendiri tanpa orang terdekat saya dan beberapa hal yang dapat saya jadikan motivasi.
Berawal dari siswi SMA yang bingung akan mengambil program studi apa dan di kampus mana, menjadi mahasiswi S1 Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya angkatan pertama, karena bantuan informasi dari kerabat jauh dan teman orang tua saya.
Dulunya berpikir “emang fisioterapi dibutuhin kah di masa mendatang?” dengan berjalannya waktu dan hal-hal yang saya dapatkan dan temui sebagai mahasiswa fisioterapi, lama-lama pertanyaan itu terjawab, dengan saya melihat dari pengalaman dosen saya, tiktok, Instagram, vlog youtube orang luar negeri yang membahas tentang prospek di masa mendatang dan hal apa saja yang dapat kita berikan kepada future patiens kita, hal itu membuat saya semangat untuk mejalani perkuliahan saya dan wish me luck.
Mungkin sudah cukup untuk menceritakan bagaimana perjalan dan cerita yang telah saya lalui, namun saya mempunyai sedikit informasi yang saya akan sampaikan, dan pastinya ini informasi ini bukan dari saya sendiri, namun dari dosen yang mengajar saya, yakni salah satu dari exercise terapi latihan
Dari kalian apakah merasakan nyeri tulang belakang? Khususnya nyeri punggung bawah dan leher, hal ini merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang paling sering dialami loh. Namun apabila masalah ini tidak segera di tangani akan menimbulkan berbagai masalah baru dan dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup. Salah satu hal yang dapat fisioterapis lakukan adalah menangani masalah tersebut dan tentunya berdasarkan bukti ilmiah yakni Mckenzie Exercise. Prinsip McKenzie Exercise sendiri ada beberapa yakni Centralization Phenomenon, Directional preference, dan Self management.
Indikasi latihan ini adalah nyeri punggung bawah (non-spesifik), HNP ringan-sedang. Kostraindikasi yakni, Fraktur spinal, infeksi spinal, kanker/lesi neoplastik, inflamasi sistemik.
Contoh gerakannya yakni:
1. Prone lying

2. Prone lying in extension

3. Extension in lying

4. Extension in standing

Dosis latihan & pedoman
Frekuensi: beberapa kali per hari (contoh 10-15 repetisi setiap sesi, 3–10 sesi/hari tergantung respons).
Monitoring: catat lokasi nyeri, intensitas (skala 0–10), apakah terjadi centralization atau peripheralization.
Progression: jika gejala membaik, tambah aktivitas fungsional; jika memburuk, hentikan dan re-evaluasi.
Edukasi: ajarkan pasien memodifikasi posisi kerja, ergonomi, dan self-management strategi.
DAFTAR PUSTAKA
Materi: McKenzie exercises Pustaka: Kisner, Carolyn& Allen ColbyLynn, 2014. Therapeutic Exercise Foundations & Techniques Six Edition, Vol2. Indonesia: ECG.
Materi: McKenzieexercises Pustaka: Novlinda S.A.Manurung,S.Ft. 2019. Intisari Terapi Latihan Buku Praktik Klinik. Indonesia:ECG