Corpus Tuum Non Est Machina: The Art Of Appreciating Our Own Bodies
Oleh: Sahira Prameswari
“The body is an exquisitely coordinated machine, but its harmony depends upon balance.”
— Walter B. Cannon
Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran, tentunya kita berperan penting dalam merawat dan merehabilitasi tubuh pasien agar dapat memulihkan fungsi gerak tubuh pasien kembali semula. Mahasiswa fisioterapi juga dituntut untuk menahan segala gempuran pada segala bidang, baik pada bidang akademik, pertahanan stamina fisik, dan mental health stability. Ironisnya, para mahasiswa Fakultas Kedokteran sering lalai terhadap kesehatan terutama keseimbangan tubuh mereka sendiri. Padahal, sebagai seorang individu yang menjalankan tugas mulia dalam bidang medis, sudah sepatutnya kita menjadi contoh dalam penerapan gaya hidup sehat dan seimbang.
Seringkali kita menganggap tubuh kita sebagai mesin yang dapat dipacu secara terus-menerus tanpa henti. Asumsi ini bertentangan dengan prinsip dasar "The body is an exquisitely coordinated machine, but its harmony depends upon balance" , yang berarti tubuh merupakan mesin yang terkoordinasi secara luar biasa, tetapi keharmonisannya sangat bergantung pada keseimbangan tubuh.
Tuntutan akademik yang tinggi, daya tahan fisik, dan stabilitas kesehatan mental (mental health stability) adalah gempuran multidimensi yang harus dihadapi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Jika keseimbangan tubuh dan fisik kita terganggu, upaya kita dalam memulihkan fungsi tubuh pasien juga dapat terhambat. Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan nyata untuk menjaga kesehatan diri sendiri itu sangat penting. Oleh karena itu, terdapat beberapa kiat atau upaya strategis dalam menjaga keseimbangan tubuh di tengah kepadatan aktivitas.
Upaya strategis dalam menjaga keseimbangan tubuh di tengah kepadatan aktivitas mahasiswa Fakultas Kedokteran:
•Pemenuhan kebutuhan nutrisi esensial tubuh secara teratur: keteraturan pola makan dan asupan nutrisi yang seimbang merupakan untuk menjaga keseimbangan daya tahan tubuh. Hindari menunda makan yang berlebihan, atau beberapa hal krusial yang dapat mengganggu sistem metabolisme.
•Melakukan aktivitas fisik ringan: Di waktu senggang, luangkan waktu sekitar 1-2 jam untuk melakukan peregangan ringan (stretching). Aktivitas fisik yang rutin dan signifikan dapat menjaga kelancaran sirkulasi darah dan mencegah adanya kekakuan otot.
•Peningkatan kualitas istirahat: walaupun jadwal kita sangat padat, usahakan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Jika durasi tidur malam tidak terpenuhi, manfaatkan waktu istirahat secara singkat (power nap) selama kurang lebih 15-30 menit untuk mengembalikan fokus dan energi tubuh kita kembali.
•Pengelolaan rasa stres dan kesehatan mental: Beban studi yang intensif membutuhkan upaya untuk melepaskan stres dengan hal-hal yang positif. Ikut dalam kegiatan rekreasi, olahraga, maupun interaksi sosial yang mendukung untuk menjaga stabilitas kesehatan mental. Keseimbangan kesehatan mental merupakan prasyarat penting bagi keseimbangan fisik yang ideal.