Fisioterapi UNESA Masuk 10 Prodi Terketat SNBP 2026 — Hanya 1,19% Pendaftar yang Lolos
SURABAYA — Program Studi Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mencatatkan diri sebagai salah satu program studi paling kompetitif di Indonesia berdasarkan data resmi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dengan tingkat ketetatan hanya 1,19%, prodi ini menempati peringkat ke-8 dari seluruh program studi sarjana di seluruh PTN Indonesia.
Angka tersebut berarti dari setiap 100 calon mahasiswa berprestasi yang mendaftarkan diri, kurang dari 2 orang yang berhasil meraih kursi di prodi ini. Persaingan yang sangat ketat ini mencerminkan tingginya animo masyarakat terhadap profesi fisioterapis seiring meningkatnya kesadaran kesehatan dan kebutuhan layanan rehabilitasi di Indonesia.
Mengapa Fisioterapi Semakin Diminati?
Profesi fisioterapis kini bukan lagi sekadar bidang penunjang. Seiring berkembangnya layanan kesehatan dan meningkatnya kasus cedera olahraga, stroke, serta penyakit degeneratif di Indonesia, permintaan tenaga fisioterapis terampil terus melonjak baik di rumah sakit, klinik rehabilitasi, hingga pusat kebugaran profesional.
UNESA sebagai salah satu universitas negeri terkemuka di Jawa Timur dikenal memiliki fasilitas laboratorium fisioterapi yang memadai serta kurikulum yang terus diperbarui sesuai standar kompetensi nasional. Hal ini turut mendorong tingginya minat calon mahasiswa untuk masuk ke prodi tersebut.
Bagi calon mahasiswa yang berminat mendaftar di SNBP tahun mendatang, hasil seleksi 2026 ini dapat menjadi acuan penting dalam mempersiapkan diri. Konsultasikan prestasi akademik dan pilihan program studi dengan guru BK sekolah masing-masing agar peluang diterima semakin besar.