Mahasiswa Fisioterapi Ikuti UiTM International Summer Experience Camp 2026 di Malaysia
Tiga mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Anggita Syifa Zefanya Asyer Purnama (Fisioterapi Angkatan 2024), Kristania Ika Lestari (Fisioterapi Angkatan 2025) dan Astry Putri Pujianty (Fisioterapi Angkatan 2025) mendapat kesempatan untuk mewakili institusi dalam ajang UiTM International Summer Experience Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kegiatan bertaraf internasional ini berlangsung selama satu pekan, mulai 6-12 September 2026.
Keikutsertaan ketiga mahasiswa fisioterapi ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan internasional, mempererat kolaborasi akademik lintas negara, sekaligus memperkenalkan bidang fisioterapi dalam konteks pertukaran pengetahuan kesehatan global. Selama program berlangsung, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga terlibat dalam pengabdian masyarakat, kunjungan klinis, serta eksplorasi budaya Malaysia.
Program dibuka dengan kedatangan dan registrasi peserta di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pada hari pertama, dilanjutkan dengan upacara penyambutan resmi serta diskusi akademik yang mencakup kunjungan ke laboratorium keperawatan klinis, ruang kuliah, dan perpustakaan UiTM pada hari kedua. Pada hari ketiga, peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Institut Kraf Negara (IKN) untuk mengenal seni dan kerajinan tradisional Malaysia, yang diakhiri dengan kunjungan malam ke Beryl's Chocolate Wonderland.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan program tanggung jawab sosial (CSR) dan pengajaran kolaboratif pada hari keempat, berupa aktivitas pengabdian masyarakat di bidang kesehatan geriatri serta sesi berbagi pengetahuan tentang layanan kesehatan komunitas. Hari kelima diisi dengan kunjungan akademik ke Hospital Al-Sultan Abdullah (HASA) untuk mempelajari sistem dan praktik klinis kesehatan di Malaysia, dilengkapi forum diskusi pada malam harinya yang merupakan bagian program yang paling relevan dengan bidang keilmuan fisioterapi.
Pada hari keenam, peserta diajak menjelajahi kekayaan budaya Kuala Lumpur, termasuk kawasan KLCC dan Central Market, untuk mengenal lebih dekat keragaman budaya, seni, dan warisan Malaysia. Program resmi ditutup pada hari ketujuh dengan proses check-out dari asrama dan hotel, sebelum peserta diantar kembali menuju KLIA untuk penerbangan pulang.
Keikutsertaan dalam program ini diharapkan dapat memperkaya perspektif ketiga mahasiswa fisioterapi mengenai praktik layanan kesehatan di negara lain, memperluas jejaring akademik internasional, serta menumbuhkan semangat kolaborasi lintas disiplin dan lintas budaya. Pengalaman ini juga diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional di bidang fisioterapi ke depannya.
Pihak program studi menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan internasional semacam ini dan berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengikuti program pertukaran serupa di masa mendatang.