Peran Mahasiswa Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya dalam Kegiatan Relawan Xfit Damkar: Sebuah Pengalaman Praktis dalam Pengukuran Kekuatan Otot dan Kondisi Fisik Pemadam Kebakaran
Oleh: Wida Ratri
Kegiatan relawan dalam bidang kesehatan merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa fisioterapi untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Artikel ini membahas pengalaman seorang mahasiswa Fisioterapi Semester 3 Universitas Negeri Surabaya yang terlibat sebagai relawan dalam kegiatan Xfit Damkar, khususnya dalam proses annual fitness test yang dilakukan oleh anggota pemadam kebakaran. Kegiatan mencakup asistensi pada pemeriksaan tensi darah, handgrip strength, force frame, dan pengukuran kekuatan otot menggunakan alat khusus. Artikel ini menyoroti relevansi kegiatan tersebut terhadap pengembangan kompetensi fisioterapi, termasuk pemahaman biomekanika, evaluasi kondisi fisik, dan pencegahan cedera.
Mahasiswa fisioterapi dituntut untuk menguasai pengetahuan teoritis mengenai anatomi, fisiologi, serta evaluasi sistem muskuloskeletal, sekaligus memiliki kemampuan praktik yang baik dalam melakukan pemeriksaan fisik. Keterlibatan dalam program relawan kesehatan memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan dan keterampilan tersebut. Sebagai mahasiswa Fisioterapi Semester 3 Universitas Negeri Surabaya, partisipasi dalam kegiatan Xfit Damkar menjadi pengalaman bermakna yang memberikan gambaran nyata mengenai evaluasi kebugaran fisik pekerja dengan tingkat risiko tinggi, khususnya petugas pemadam kebakaran.
Kegiatan Xfit Damkar merupakan program tahunan yang bertujuan untuk menilai kondisi kebugaran fisik anggota pemadam kebakaran. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara terstruktur dengan beberapa jenis tes, antara lain:
1. Pengukuran Tekanan Darah (Tensi)
Dilakukan sebagai pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kardiovaskular peserta sebelum menjalani tes fisik lainnya.
2. Handgrip Strength Test
Menggunakan handgrip dynamometer untuk menilai kekuatan genggam sebagai indikator kekuatan otot lengan dan fungsi neuromuskular.
3. Force Frame Assessment
Tes komprehensif untuk mengukur kekuatan otot tertentu melalui alat berbasis sensor yang memberikan data objektif mengenai kemampuan otot individu.
4. Tes Kekuatan Otot Lengan dan Paha
Menggunakan alat khusus yang dirancang untuk mengukur kekuatan otot proksimal dan distal. Pada kegiatan ini, penulis berperan sebagai asisten yang bertanggung jawab membantu mengoperasikan alat pengukur kekuatan paha para peserta.
Dalam kegiatan ini, penulis berperan sebagai volunteer yang membantu tenaga profesional dalam proses pengukuran kekuatan otot. Tanggung jawab utama meliputi:
● Membantu persiapan alat ukur kekuatan paha.
● Mengoperasikan alat sesuai prosedur standar untuk memperoleh hasil yang valid dan reliabel.
● Memastikan posisi tubuh peserta sesuai dengan prinsip biomekanika yang benar untuk mencegah risiko cedera.
● Mendampingi peserta selama proses evaluasi dan memberikan instruksi sederhana mengenai pelaksanaan tes.
● Membantu pencatatan hasil tes untuk keperluan evaluasi tahunan.
Keterlibatan ini memberikan kesempatan untuk mengamati langsung mekanika tubuh, respon fisiologis peserta, serta prosedur pemeriksaan fisik profesional yang diterapkan pada lingkungan kerja intensitas tinggi.
Manfaat Pengalaman bagi Pengembangan Kompetensi Fisioterapi:
1. Penerapan Ilmu Anatomi dan Fisiologi
Melalui pengoperasian alat kekuatan paha, penulis dapat memahami secara langsung aktivasi otot-otot utama seperti quadriceps femoris, hamstring, dan gluteus. Pengetahuan mengenai struktur dan fungsi otot sangat relevan dalam interpretasi hasil tes.
2. Pemahaman Biomekanika Gerak
Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk menilai pola gerak, postur, serta potensi kompensasi tubuh saat peserta melakukan kontraksi maksimal dalam posisi terkontrol.
3. Penguatan Keterampilan Pemeriksaan Fisik (Physical Assessment Skills)
Kegiatan ini memperkuat kemampuan penulis dalam melakukan prosedur pemeriksaan, mengatur posisi pasien, menggunakan alat ukur, serta menjaga keamanan selama tes berlangsung.
4. Pembelajaran tentang Evaluasi Kebugaran Kerja (Occupational Fitness Testing)
Program ini memberikan wawasan mengenai standar kebugaran bagi profesi pemadam kebakaran yang membutuhkan kemampuan fisik optimal untuk menjalankan tugasnya.
5. Pengembangan Soft Skills
Melalui interaksi dengan peserta dan tenaga profesional, penulis mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Kegiatan relawan Xfit Damkar memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dalam melakukan pemeriksaan fisik pada populasi pekerja. Data yang diperoleh melalui force frame dan alat pengukur kekuatan memungkinkan penilaian objektif terhadap kondisi otot peserta, yang sangat penting dalam merancang program latihan dan pencegahan cedera.
Pengalaman ini juga mempertegas relevansi fisioterapi dalam konteks industri dan keselamatan kerja, membuktikan bahwa fisioterapis tidak hanya bekerja pada rehabilitasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam evaluasi dan promosi kesehatan.
Partisipasi sebagai relawan dalam kegiatan Xfit Damkar memberikan pengalaman berharga bagi penulis sebagai mahasiswa Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari, mengembangkan keterampilan pemeriksaan fisik, serta memahami lebih jauh pentingnya evaluasi kondisi fisik pada profesi dengan tuntutan kerja tinggi. Pengalaman ini selanjutnya menjadi fondasi penting bagi kompetensi klinis dan profesionalisme dalam bidang fisioterapi.