Prodi S1 Fisioterapi FK Unesa Gelar Workshop Reorientasi Matriks Asesmen, Hadirkan Pakar dari UMS
Workshop pengembangan kurikulum ini menargetkan penyelarasan instrumen asesmen pembelajaran dengan Standar Kompetensi Fisioterapi Indonesia berbasis prinsip Outcome-Based Education (OBE).
SURABAYA — Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum bertajuk “Reorientasi Matriks Asesmen Capaian Pembelajaran terhadap Standar Kompetensi Fisioterapi” pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari ini bertempat di Ruang Rapat Moertiningroem, Lantai 2, Fakultas Kedokteran Unesa, dan diikuti oleh dosen serta laboran selingkung Prodi S1 Fisioterapi.
Kegiatan ini
digelar sebagai respons atas kebutuhan penyelarasan kurikulum dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika pelayanan kesehatan,
serta regulasi standar kompetensi profesi fisioterapis yang terus berkembang.
Melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), program studi berupaya
memastikan adanya alur yang jelas dan terukur, mulai dari perumusan Capaian
Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga
strategi asesmen yang diterapkan dalam proses pembelajaran.
Workshop ini
menghadirkan Isnaini Herawati, S.Fis., Ftr., M.Sc., Ph.D., akademisi
Fisioterapi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai narasumber
utama. Dalam pemaparannya, narasumber mengulas konsep dasar constructive
alignment serta bagaimana capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran
mata kuliah perlu disinkronkan secara linier dengan strategi dan instrumen
asesmen agar benar-benar mencerminkan ketercapaian kompetensi klinis maupun
akademik mahasiswa. Sesi ini juga membahas penyesuaian kriteria penilaian
dengan Standar Kompetensi Fisioterapi Indonesia yang berlaku secara nasional.
Ketua Program
Studi S1 Fisioterapi FK Unesa, dalam sambutan pembukaan, menyampaikan bahwa
tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan keselarasan antara
instrumen asesmen pembelajaran pada Kurikulum S1 Fisioterapi dengan Standar
Kompetensi Fisioterapi Indonesia. Secara khusus, workshop ini diarahkan untuk
menganalisis dan menyelaraskan ulang matriks hubungan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK
dengan instrumen penilaian yang relevan, sekaligus merancang instrumen dan
rubrik penilaian kompetensi mahasiswa yang berstandar OBE.
Rangkaian
kegiatan dibuka dengan registrasi dan sambutan, dilanjutkan dengan sesi materi
“Constructive Alignment dan Integrasi dengan Standar Kompetensi Fisioterapi”
pada pagi hari. Memasuki siang hari, peserta mengikuti sesi perancangan matriks
asesmen dan instrumen evaluasi kompetensi, sebelum kemudian dilanjutkan dengan
Focus Group Discussion (FGD) untuk mereview matriks asesmen lama sekaligus
menyusun draf instrumen atau rubrik penilaian baru untuk masing-masing mata
kuliah. Kegiatan ditutup dengan sesi presentasi hasil kerja kelompok dan umpan
balik langsung dari narasumber.
Melalui workshop
ini, Prodi S1 Fisioterapi FK Unesa menargetkan lahirnya draf rubrik dan
instrumen penilaian yang telah terselaraskan dengan Standar Kompetensi
Fisioterapi Indonesia. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat segera
diimplementasikan dalam proses pembelajaran untuk mendukung penguatan mutu
lulusan fisioterapi yang kompeten dan berdaya saing, baik di tingkat nasional
maupun global.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen
berkelanjutan Prodi S1 Fisioterapi FK Unesa dalam mengembangkan kurikulum yang
adaptif terhadap kebutuhan zaman, sejalan dengan semangat “Satu Langkah di
Depan” yang diusung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya.