UNESA Pimpin Pelatihan Nasional: Dosen Fisioterapi FK UNESA Jadi Motor Penggerak Klasifikasi Olahraga Disabilitas
Solo,
16 November 2025 – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan
perannya sebagai pusat keunggulan di bidang keolahragaan dan kesehatan. Dosen
dari Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Kedokteran (FK) UNESA, menjadi
tokoh sentral dalam penyelenggaraan Workshop Pelatihan Klasifikasi Olahraga
Disabilitas (Physical Impairment) Tingkat Nasional yang berlangsung sukses pada
15–16 November 2025 di Solo, Jawa Tengah.
Keberhasilan
workshop yang bertujuan mencetak classifier tersertifikasi untuk National
Paralympic Committee (NPC) Indonesia ini tidak lepas dari kepemimpinan dr. Azizati
Rochmania, Sp.K.F.R., FRSport. Selain menjabat sebagai dosen di Prodi S1
Fisioterapi FK UNESA, beliau dipercaya memegang dua peran penting:
- Ketua Pelaksana:
Memastikan seluruh rangkaian kegiatan, dari pendaftaran hingga pemberian
sertifikat, berjalan lancar dan sesuai standar.
- Pemateri
(Instruktur): Menyampaikan materi krusial mengenai Klasifikasi pada Individu
dengan Gangguan Fisik (Classification in Persons with Physical Impairment),
yang merupakan fondasi dalam penentuan kelayakan dan keadilan bertanding atlet
disabilitas.
Keikutsertaan aktif dr. Nia sebagai ketua pelaksana sekaligus instruktur menegaskan kontribusi nyata UNESA dalam pembangunan infrastruktur keilmuan olahraga disabilitas di tingkat nasional. Selain dr. Nia yang berbagi ilmu, dua dosen Fisioterapi FK UNESA lainnya turut serta sebagai peserta aktif, menunjukkan komitmen program studi dalam memperkaya keahlian praktis dosen di bidang klasifikasi disabilitas:
- Tita Rachma Ayuningtyas, S.Kes., Ftr., M.Biomed.
- Resti Nurpratiwi, S.Ft., M.Fis.

Partisipasi
mereka sebagai peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan mendalam dan
keterampilan teknis klasifikasi, yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam
kurikulum dan penelitian di Prodi S1 Fisioterapi, memperkuat peran UNESA dalam
mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang rehabilitasi dan olahraga
disabilitas.
Acara
ini terselenggara berkat kerja sama antara Kolegium Kedokteran Fisik dan
Rehabilitasi (KFR) dan berbagai pihak terkait. Lebih dari sekadar pelatihan,
kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi UNESA dan seluruh LPTK dalam
mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pelatihan ini secara langsung mendukung:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Dengan peningkatan kompetensi dosen dan tenaga ahli, UNESA memastikan adanya pendidikan dan pelatihan yang inklusif dan merata untuk mendukung ekosistem olahraga disabilitas.
- SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan): Peningkatan keahlian di bidang disabilitas membantu menjamin partisipasi penuh dan efektif serta kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas di bidang olahraga.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Kerjasama antar lembaga (FK UNESA, Kolegium KFR, dan NPC Indonesia) dalam workshop ini adalah model kemitraan multi-stakeholder yang vital untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Dengan
adanya tenaga ahli yang memadai, Indonesia optimis dapat mendukung prestasi
para-atlet di kancah internasional sekaligus memajukan inklusivitas di dalam
negeri.