Aktivitas Fisik untuk Menjaga Mobilitas Pasien Lupus
Apakah kalian pernah dengar penyakit Lupus? Lupus merupakan penyakit autoimun yang telah lama terjadi (kronik) dimana hampir mempengaruhi semua organ pada tubuh seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, sendi, pembuluh darah dan kulit. Autoimun adalah keadaan dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Akibatnya, penderita lupus bisa merasakan gejala seperti kelelahan luar biasa, nyeri sendi, ruam kulit, bahkan gangguan pada organ dalam. Gejala ini bisa datang dan pergi, atau yang sering disebut flare dan remisi.
Lupus pernah dikenal sebagai penyakit yang tidak boleh kena sinar matahari, apakah benar? Iya, namun tak berarti benar-benar tidak boleh terkena sinar matahari. Pasien lupus biasanya sensitif terhadap sinar UV yang ada pada sinar matahari. Sinar UV dapat memicu gejala gatal, rasa terbakar, ruam kulit, lemas dan lelah. Pasien Lupus disarankan harus banyak beristirahat dan menghindari aktivitas yang berat. Namun, tak berarti pasien Lupus tidak boleh melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik ringan sangat dianjurkan bagi pasien lupus? Bahkan, gerakan ringan yang dilakukan secara teratur justru dapat membantu tubuh menjadi lebih kuat dan pikiran menjadi lebih tenang.
Aktivitas seperti apa yang dianjurkan bagi pasien lupus? Mari kita bahas satu per satu:
1. Jalan kaki santai
Jalan kaki selama 20–30 menit per hari, sebanyak 3–5 kali seminggu, bisa membantu meningkatkan stamina dan mengurangi kekakuan sendi. Pilih waktu yang nyaman, seperti pagi atau sore hari, dan jangan lupa gunakan pelindung dari sinar matahari
2. Peregangan dan yoga ringa
Jika terasa tubuh sering kaku atau pegal, cobalah melakukan peregangan ringan. Yoga juga bisa menjadi pilihan yang sangat baik karena membantu tubuh menjadi lebih lentur dan pikiran menjadi lebih rileks. Anda bisa mengikuti kelas online dari rumah atau cukup mengikuti video sederhana di YouTube.
3. Senam ringan di rumah
Senam ringan bisa dilakukan di ruang tamu dengan mengikuti panduan senam lansia atau senam kebugaran yang lembut. Tidak harus lama—cukup 10 hingga 15 menit, asal rutin.
4. Latihan air atau berenang
Bagi Anda yang memiliki akses ke kolam renang, berenang atau melakukan latihan air bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan aman. Air membantu mengurangi tekanan pada sendi, sehingga gerakan menjadi lebih mudah dan nyaman.
Aktivitas-aktivitas fisik tersebut memiliki banyak manfaat untuk penderita lupus, seperti:
1. Mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi
2. Memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres
3. Meningkatkan kualitas tidur
4. Menjaga berat badan tetap stabil
5. Memperkuat otot dan tulang
Namun ingat, setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Penting untuk mendengarkan tubuh kita. Jika terasa terlalu lelah atau muncul rasa nyeri berlebihan, jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat. Konsultasikan juga dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program latihan apa pun.
Ingatlah, pasein Lupus tidak sendiri. Banyak pasien lupus lainnya yang juga sedang berjuang menjaga kesehatan mereka. Jadikan aktivitas fisik sebagai bentuk kasih sayang terhadap tubuh Anda. Mulailah perlahan, dan rayakan setiap kemajuan kecil yang Anda capai. Tubuh yang aktif adalah langkah awal menuju hidup yang lebih berkualitas.
Siap untuk bergerak hari ini?
Referensi
1. Lu, M. C., & Koo, M. (2021, September). Effects of exercise intervention on health-related quality of life in patients with systemic lupus erythematosus: a systematic review and meta-analysis of controlled trials. In Healthcare (Vol. 9, No. 9, p. 1215). MDPI.
2. Blaess, J., Goepfert, T., Geneton, S., Irenee, E., Gerard, H., Taesch, F., ... & Arnaud, L. (2023, February). Benefits & risks of physical activity in patients with Systemic Lupus Erythematosus: a systematic review of the literature. In Seminars in arthritis and rheumatism (Vol. 58, p. 152128). WB Saunders.
3. Rahmatika, R., & Handoyo, R. (2021). Peran Latihan Terapeutik pada Pasien Wanita 23 Tahun dengan Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Medica Hospitalia: Journal of Clinical Medicine, 8(2), 242-247.
4. Fandika, R. A., & Sukendra, D. M. (2016). Hubungan antara Tingkat Keparahan Penyakit, Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur terhadap Kelelahan pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Unnes Journal of Public Health, 5(3), 221-231.
5. Nurudhin, A., Werdiningsih, Y., Prabowo, N. A., & Sunarso, I. (2023). Aktivitas Fisik Dan Aktivasi Rumah Singgah Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Lupus. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6), 12683-12689.
6. Sebtelia, D., Ladyani, F., Kriswiastiny, R., & Esfandiari, F. (2022). Hubungan Derajat Aktivitas Penyakit Dengan Status Kesehatan Pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Komunitas Odapus Lampung. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 2(4), 667-673.
7. Kriswiastiny, R., Mustofa, F. L., Prasetia, T., & Wajdi, M. F. (2022). Hubungan Aktivitas Penyakit SLE (Systemic Lupus Erythematosus) Berdasarkan Skor Mex Sledai Terhadap IMT (Indekd Masa Tubuh) Di Komunitas Odapus Kota Bandar Lampung. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 2(2), 278-288.