Mahasiswa Fisioterapi Unesa Ikuti Kelas Kesehatan Mental
SURABAYA – Dalam rangka Pekan Direktorat Pencegahan dan Penanganan Isu Strategis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Kedokteran Unesa mengikuti kelas kesehatan mental, Rabu (23/4) di Gedung FK Unesa Kampus Lidah Surabaya. Sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran Unesa, Prodi S1 Fisioterapi turut aktif dalam program strategis ini. Total 82 mahasiswa terbagi dalam 6 sesi yang mengikuti kelas tersebut.
Kasubdit SMCC Unesa Dr. Wiryo Nuryono menyampaikan bahwa ada 7 kelas kesehatan mental yang diselenggarakan, dengan sasaran utama mahasiswa Fakultas Kedokteran Unesa, termasuk mahasiswa Prodi S1 Fisioterapi.
Bertema Self-Love Training, mahasiswa mendapatkan instrumen untuk asesmen kondisi kesehatan mental mereka. Hasilnya akan tersedia melalui platform SSO Unesa, yang menunjukkan posisi kesehatan mental setiap mahasiswa, apakah berada di kategori aman, sedang, tinggi, atau rentan. Bagi mahasiswa yang masuk kategori rentan, mereka akan diarahkan mengikuti kelas kesehatan mental secara lebih intensif.
Dekan FK Unesa, Dr. Endang Sri Wahjuni, turut menekankan pentingnya kesiapan mental bagi seluruh mahasiswa di lingkungan Fakultas Kedokteran, tidak terkecuali mahasiswa Prodi S1 Fisioterapi. Menurutnya, dunia kesehatan berbeda dengan fakultas lain karena berhadapan langsung dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
"Mahasiswa fisioterapi berinteraksi langsung dengan pasien dalam proses rehabilitasi dan pemulihan. Sehingga mental yang tangguh sangat dibutuhkan. Kedisiplinan tinggi untuk mahasiswa zaman sekarang memang agak berat, namun ini yang justru harus disiapkan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," katanya.
Kesiapan mental ini dipersiapkan sebelum mahasiswa fisioterapi terjun ke praktik klinik. Pada tahap semester 7, mahasiswa mulai dikenalkan dengan dunia kesehatan klinis secara nyata, sekaligus disiapkan mentalnya agar mampu menghadapi berbagai tekanan dan tantangan di lapangan.
"Ketika ada tekanan di dunia klinis, mahasiswa kita sudah siap," imbuh Dr. Endang.
Lebih lanjut, Dr. Endang menjelaskan bahwa Unesa telah menyiapkan tim pendampingan khusus bagi mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan mental. Tersedia layanan konseling yang dapat diakses melalui dosen pembimbing mahasiswa di masing-masing program studi, termasuk Prodi S1 Fisioterapi FK Unesa.