Bukan Tentang Menang, tetapi Tentang Berani Mencoba
Oleh: Zulfa Ulinnuha Pengalaman mengikuti lomba Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) di kampus menjadi salah satu momen yang paling berkesan.Keikutsertaan dalam lomba ini sebenarnya terjadi secara mendadak. Persiapan yang dilakukan terbilang singkat dan belum matang, terlebih karena ini merupakan pengalaman pertama bagiku mengikuti lomba MSQ di lingkungan perguruan tinggi. Meskipun memiliki latar belakang lulusan pesantren, aku belum pernah terlibat dalam perlombaan yang sama sebelumnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh teman-teman satu tim, yang sama-sama baru pertama kali mengikuti ajang ini.
Ketika ditunjuk untuk mewakili fakultas, muncul perasaan campur aduk antara gugup dan bangga. Ada rasa tidak percaya diri karena harus tampil di hadapan perwakilan dari seluruh fakultas, yang sebagian besar tampak sudah terbiasa mengikuti lomba serupa dengan persiapan yang jauh lebih matang. Namun di sisi lain, ada kebanggaan tersendiri karena dipercaya membawa nama fakultas dan diberi kesempatan untuk mencoba sesuatu yang benar-benar baru.
Selama proses lomba, banyak hal yang aku pelajari. Tidak hanya tentang teknis perlombaan, tetapi juga tentang kerja sama tim, keberanian untuk tampil, serta kesiapan mental menghadapi tantangan. Meskipun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan dan tim kami harus menerima kekalahan, pengalaman tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga. Kekalahan tersebut bukan menjadi akhir, melainkan bagian dari proses belajar dan mengenal kemampuan diri.
Dari pengalaman mengikuti MSQ ini, aku menyadari bahwa keberanian untuk mencoba hal baru jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir. Rasa bangga muncul bukan karena menang, tetapi karena telah melangkah keluar dari zona nyaman dan berani mengambil kesempatan yang ada. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa proses, usaha, dan keberanian untuk mencoba merupakan bagian penting dalam perjalanan pengembangan diri selama menempuh perkuliahan.