MANAJEMEN WAKTU : SATU HARI TANPA KETERLAMBATAN
Oleh: Rika Oktavia
Keterlambatan merupakan suatu masalah yang sering dialami oleh mahasiswa. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan begadang yang membuat sulit bangun pagi. Berikut ini adalah cara memanajemen waktu. Bangun pagi adalah bentuk kebiasaan mahasiswa setiap hari. Bangun pagi sekitar pukul 04.00 WIB dapat menjadi awal yang baik untuk menyegarkan tubuh. Setelah bangun, sebaiknya langsung mandi agar tubuh terasa segar dan semangat beraktivitas meningkat. Mengapa? Karena agar kita bisa berangkat ke kampus lebih cepat. Mandi pagi dapat menyegarkan pikiran dan menghilangkan kantuk secara otomatis. Setelah mandi, mahasiswa bisa melakukan sholat subuh bagi yang muslim dan bagi non-muslim bisa membaca buku atau belajar. Setelah melakukan sholat subuh, bagi yang muslim bisa langsung membaca buku, materi atau RPS. Sebaiknya hindari membuka ponsel dan melihat sosial media, seperti TikTok pada pagi hari agar fokus tidak teralihkan.
Semakin kita menunda waktu, semakin kita menghabiskan waktu pemberangkatan menuju kampus. Gunakan waktu subuh sebelum jam 6 pagi untuk refleksi dan penyegaran. Selanjutnya adalah sarapan. Sarapan merupakan bagian penting untuk memulai hari dengan energi yang cukup. Jika tidak sempat, mahasiswa dapat menyiapkan bekal sederhana untuk dikonsumsi di kampu. Ketika tidak ada waktu untuk sarapan, sesegera mungkin untuk bersiap-siap ke kampus. Menyiapkan dari segi pakaian, buku, dan makanan. Setrika baju serapi mungkin untuk menghindari baju kusut ketika dipakai. Proses bersiap, termasuk berpakaian dan berdandan, sebaiknya diperhitungkan dengan baik agar tidak terburu-buru saat berangkat ke kampus. Dengan manajemen waktu yang baik, mahasiswa dapat menjalani hari dengan lebih produktif dan terhindar dari keterlambatan. Disiplin waktu bukan hanya kebiasaan kecil, tetapi juga cerminan tanggung jawab dan profesionalisme