Kemahasiswaan sebagai Pilar Utama Pengembangan Prodi Fisioterapi Baru
Oleh: Nudya Fanizahra Nur Ramadhanti
Sebagai mahasiswa prodi fisioterapi
angkatan pertama, saya mengalami perjalanan yang penuh semangat yang terkadang
naik turun dalam membangun dan memperkuat prodi yang masih baru. Dalam konteks
ini, kegiatan mahasiswa bukan hanya tambahan dari aktivitas akademik, tetapi
merupakan pilar penting yang mendukung pertumbuhan dan eksistensi prodi
fisioterapi. Contohnya, kegiatan seperti MediHeal Competition yang ditampilkan
oleh HIMA menunjukkan bagaimana kami mampu menggabungkan kompetisi dengan
pengembangan kemampuan profesional. Selain itu, adanya program PIONIR
(Pengembangan Berorganisasi Insan Inspirasi dan Responsif) memberi saya kesempatan
untuk belajar mengelola organisasi secara efektif dan bertanggung jawab, serta
membentuk karakter yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Kegiatan lain yang juga penting adalah
GEMAFIS (Generasi Emas Mahasiswa Fisioterapi), yang bertujuan untuk mengembangkan
potensi mahasiswa secara holistik, mencakup aspek akademik, kepemimpinan, dan
sosial. Lebih dari itu, partisipasi dalam program on field memberikan
pengalaman langsung dalam praktik fisioterapi di lapangan. Contoh salah satunya
adalah acara Green Force Run di Surabaya pada 6 Juli 2025, di mana mahasiswa
fisioterapi bekerja sama dengan tenaga medis lainnya untuk menangani pelari
yang mengalami kram dan gejala lainnya. Aktivitas ini tidak hanya membantu
meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan
keberanian mahasiswa dalam memberikan layanan terapi kepada masyarakat.
Selain inisiatif internal, mahasiswa angkatan 2024 juga aktif mengikuti berbagai lomba yang relevan dengan bidang fisioterapi. Partisipasi dalam lomba tersebut membantu memperluas jaringan, meningkatkan pengalaman, serta memperkuat semangat kompetitif yang sehat. Dengan berbagai kegiatan yang terstruktur dan beragam ini, saya yakin progres prodi fisioterapi yang masih baru sangat bergantung pada partisipasi aktif dan sinergi seluruh civitas akademika. Kegiatan mahasiswa menjadi dasar utama yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter profesional yang siap memberikan kontribusi bagi perkembangan profesi fisioterapi di Indonesia.