Ketika Jarak Tak Lagi Jadi Alasan
Oleh: Kayla Bachmid
Saat pertama kali mengetahui bahwa saya diterima di fisioterapi UNESA jujur rasanya campur aduk. Saya tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Di satu sisi saya merasa senang karena diterima melalui jalur UTBK tetapi disisi lain saya sedih karena kampus jauh dari rumah. Saya sempat bimbang, apakah saya akan mencoba tes mandiri di kampus lain atau kah tetap menerima hasil dari tes UTBK tersebut dan ya, saya memutuskan untuk menjadi mahasiswa fisioterapi di UNESA. Karena jarak dari rumah ke kampus sekitar 22 KM, orang tua saya sepakat agar saya tinggal di kos untuk sementara waktu hingga masa PKKMB berakhir. Pada masa awal perkuliahan rasanya agak sulit untuk beradaptasi dikarenakan kehidupan kuliah jauh berbeda dari SMA.
Hingga akhirnya, masa tinggal di kos telah berakhir dan saya kembali ke rumah sehingga membuat saya harus beradaptasi lagi dan lagi. Ini merupakan tantangan baru bagi saya, meskipun saya sudah dapat sedikit beradaptasi dengan jadwal kuliah, saya dituntut untuk mengatur waktu dengan lebih baik lagi. perjalanan dari rumah ke halte sekitar 7 KM sehingga membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit lalu dilanjut dengan bus surabaya. Perjalanan menggunakan bus sendiri memerlukan waktu 40-60 menit, waktu tersebutlah yang saya gunakan untuk mempersiapkan materi kuliah yang nantinya akan dibahas oleh dosen. Untuk meminimalisir keterlambatan dan jam pulang, saya menghafal jam-jam saat bus itu akan tiba di halte. Cara ini terbukti efektif dan membantu saya agar bisa sampai di kelas tepat waktu.
Meskipun saya menggunakan transportasi umum, tidak bisa dipungkiri bahwa saya tetap merasa lelah akibat perjalanan ke kampus memakan waktu yang lama. Kegiatan kuliah yang cukup padat pun membuat saya mudah merasa lapar dan untuk menghindari membeli makanan cepat saji, saya selalu membawa bekal buatan bunda agar uang saku dan nutrisi yang didapatkan tetap aman. Pengalaman sebagai anak PP (pulang-pergi) mengajarkan saya agar dapat memanfaatkan waktu dengan bijak. Rumah jauh tidak dapat menjadi alasan untuk meninggalkan tanggung jawab, justru dengan keadaan ini kita bisa melatih diri sendiri agar dapat menjadi individu yang disiplin dan lebih menghargai waktu.