PERJALANAN AWAL MENJADI MAHASISWA FISIOTERAPI
Oleh: Naisa Putri
Masa transisi dari SMA ke kuliah menjadi salah satu fase paling menantang dalam hidup saya. Setelah lulus SMA, saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru di Fakultas Kedokteran Prodi Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya. Segalanya terasa berbeda mulai dari sistem belajar, teman-teman baru, hingga tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan masa sekolah dulu.
Pada awal perkuliahan, saya cukup merasa kesulitan menyesuaikan diri. Tugas-tugas terasa datang silih berganti tanpa henti. Ada saat-saat di mana saya merasa lelah dan kewalahan dengan rutinitas kuliah yang padat. Namun, setiap kali rasa jenuh dan ingin menyerah muncul, saya selalu berusaha mengingat kembali alasan dan tujuan mengapa saya memilih jurusan Fisioterapi. Yakni dengan Fisioterapi saya dapat membantu orang lain kembali pulih dan merasakan kehidupan yang lebih baik. Hal ini membuat saya bertahan dan tetap semangat menjalani hari.
Tantangan lain juga saya rasakan seperti tinggal jauh dari orang tua. Sebagai anak tunggal, saya sangat dekat dengan orang tua, sering kali saya merasa rindu. Rasa homesick itu muncul terutama di malam hari. Namun, saya belajar untuk tidak terus terjebak dalam perasaan itu. Saya menemukan cara untuk menghadapi homesick, seperti melakukan panggilan video bersama keluarga, menyibukkan diri dengan hal-hal positif seperti belajar kelompok hingga kegiatan kampus dengan teman-teman.
Sekarang saya mulai menikmati proses menjadi mahasiswa Fisioterapi. Walau lelah dan penuh tantangan, setiap langkah terasa berarti karena saya tahu bahwa ini bagian dari perjalanan menuju impian saya. Menjadi mahasiswa Fisioterapi bukan hanya tentang memahami anatomi tubuh atau teknik terapi, tetapi juga tentang belajar menguatkan diri, dan menemukan arti perjuangan sebenarnya.