Sinema Sebagai Ruang Pulih ; Popcorn, Film, dan Pikiran yang Lebih Segar
Oleh: Kristania Ika Lestari
Halo teman-teman Fakultas Kedokteran! Bagaimana kabarnya setelah melewati intensitas kegiatan akademik yang padat? Mulai dari sesi perkuliahan yang padat, praktikum yang detail, hingga fase evaluasi seperti Ujian Tengah Semester yang telah kita semua lewati bersama. Setelah melewati itu semua, kondisi mental dan fisik memerlukan perhatian yang serius, keseimbangan ini perlu kita jaga demi menjaga performa studi dengan jangka panjang. Sisipkan aktivitas ringan dan beri waktu pada diri sendiri untuk berhenti sejenak. Menikmati tontonan di sela waktu istirahat dapat membantu pikiran melepaskan ketegangan setelah menghadapi materi akademik yang berat. Cukup siapkan makanan ringan kesukaan dan sudut nyaman di kamar, biarkan diri kalian tenggelam dalam dunia fantasi, thriller, komedi, atau romansa.
Menonton film juga bisa jadi cara untuk melepaskan penat yang sering kita pendam tanpa sadar. Ada momen ketika kita tertawa tanpa henti karena adegan komedi yang absurd, merasa jantung ikut berdegup saat nonton thriller, atau bahkan diam-diam menyeka air mata saat sebuah drama menyentuh hati. Di saat-saat seperti itu, kita sebenarnya sedang memberi ruang pada emosi untuk mengalir dan membiarkan diri merasakan, bukan sekadar menjalani hari demi hari. Hal tersebut penting. Karena sedikit tawa, sedikit ketegangan seru, atau satu tangis kecil bisa membantu meredakan stres dan membuat tubuh lebih rileks.
Selain itu, pengalaman menonton film tidak selalu harus dinikmati sendirian. Bersama teman, pasangan, atau nonton santai bersama keluarga bisa jadi momen yang bikin hangat, bukan cuma karena filmnya, tapi karena kebersamaan yang menyertainya.
Setelah film selesai, obrolan ringan tentang alur, karakter, atau sekadar komentar random biasanya jadi bagian paling seru. Sederhana, tapi rasanya menyenangkan dan menguatkan.